Denpasar, Vonisnews.com – SMP Dwijendra Denpasar kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah yang baru, I Made Ari Mertha Yasa, S.Pd., M.Pd., menggantikan I Ketut Budayasa, ST, M.Pd. Dalam arah kebijakan barunya, sekolah ini akan lebih fokus pada pengembangan pendidikan karakter serta pelestarian budaya melalui kegiatan berbasis kearifan lokal.
Dalam keterangannya pada Kamis (12/6/2025), Made Ari Mertha Yasa menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi pondasi penting untuk mendorong prestasi akademik maupun non-akademik siswa.
Program ekstrakurikuler akan diperkuat sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas, terampil, dan berkepribadian luhur.
“Ekstrakurikuler akan lebih dimantapkan, karena bisa memberikan keterampilan tambahan bagi siswa. Ini bagian dari strategi kami dalam mencetak siswa yang tidak hanya pintar tapi juga berkarakter,” ujarnya.
Tak hanya kegiatan luar kelas, penguatan juga dilakukan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. SMP Dwijendra berkomitmen meningkatkan kualitas pengajaran guna memperluas wawasan dan pengembangan diri para siswa. Selain itu, sekolah juga terus mengedepankan kegiatan berbasis kearifan lokal, terutama dalam upaya pelestarian budaya Hindu sebagai identitas kultural Bali.
“Kami ingin siswa tetap menjunjung budaya lokal, agar nilai-nilai luhur tetap lestari di tengah kemajuan zaman,” jelasnya.
Untuk Tahun Ajaran 2025/2026, SMP Dwijendra telah membuka pendaftaran peserta didik baru, baik secara online maupun langsung ke sekolah. Sekolah ini juga menawarkan berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kelas ber-AC dan Wi-Fi, meja belajar berlapis kaca, CCTV, aula, ruang komputer, hingga laboratorium.
“Sekolah kami bersih, asri, dan nyaman. Di sini siswa bukan hanya belajar, tapi juga dibentuk menjadi pribadi yang unggul melalui pendidikan karakter,” tambah Made Ari Mertha Yasa.
Biaya pendidikan di SMP Dwijendra pun terbilang terjangkau, hanya Rp3.250.000, yang sudah mencakup semua kebutuhan seperti uang gedung, perlengkapan sekolah, SPP, biaya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan kegiatan Pramuka.
“Begitu masuk sekolah, siswa tinggal belajar. Tidak ada pungutan tambahan. Semua sudah kami siapkan,” pungkasnya.(Budi)
















