Gresik, Vonisnews.com – Forkopimda Gresik bersama perwakilan serikat pekerja dan pengusaha menggelar acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama di Rumah Makan Pak Elan 2, Kebomas, Gresik, pada Minggu (23/3/2025).
Acara ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta, termasuk Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Ahmad Saleh Rahanar, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin.
Perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik dan para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) yang tergabung dalam Sekber Gresik turut hadir dalam kegiatan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, memaparkan perkembangan terkait Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibuka secara daring dan luring. Hingga saat ini, lima perusahaan telah melaporkan pembayaran THR.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat 26 kasus ketenagakerjaan yang masuk ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), dengan rincian 11 kasus telah diselesaikan dan 15 kasus masih dalam proses.
Ketua Apindo Gresik, Marvin Alfan Wahyuddin, menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara serikat pekerja dan pengusaha untuk menjaga stabilitas hubungan industrial di Gresik.
“Gresik memiliki jumlah serikat pekerja yang cukup banyak, namun tetap mampu menjaga stabilitas hubungan antara pekerja dan pengusaha,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, mengapresiasi kondusivitas hubungan industrial di Gresik. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antara serikat pekerja dan pihak kepolisian sangat penting agar potensi permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.
Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh keberadaan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani permasalahan ketenagakerjaan.
Program ini diharapkan mampu membantu mengatasi masalah seperti penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) yang belum dilaksanakan oleh beberapa perusahaan.
Presidium Sekber Gresik, Agus Salim, berharap pemerintah lebih tegas dalam menegakkan aturan ketenagakerjaan agar hak pekerja dapat terpenuhi dengan baik.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Imam Syaifudin, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat di Gresik.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas antara pemerintah, kepolisian, pengusaha, dan pekerja di Gresik.
Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat sinergi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Gresik.(Devi)
















