Jember, Vonisnews.com – Gelombang perlawanan warga di wilayah selatan Jember kian menguat. Melalui gerakan bertajuk “Jember Selatan Bersatu! Lawan IMASCO”, berbagai elemen masyarakat bersama aktivis menggelar konsolidasi akbar pada Minggu pagi, 26 April 2026, di Lapangan Voli Kapuran.
Aksi ini menjadi simbol persatuan warga dalam menyuarakan tiga tuntutan utama yang dinilai mendesak, yakni perlindungan lingkungan hidup, perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, serta transparansi distribusi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak industri, termasuk IMASCO.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan keresahan terkait kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan di sejumlah titik wilayah Jember Selatan. Warga menduga adanya pencemaran akibat aktivitas industri yang berdampak langsung terhadap kesehatan serta kualitas hidup mereka.
Selain itu, kerusakan jalan yang kian parah turut menjadi sorotan. Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas warga sekaligus mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami tidak ingin tinggal diam saat desa kami dirusak. Ini tentang masa depan lingkungan dan hak hidup layak,” ujar salah satu perwakilan warga dalam orasinya.
Konsolidasi akbar ini juga dihadiri berbagai komunitas lokal serta aktivis yang selama ini aktif dalam advokasi sosial. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat posisi tawar masyarakat sekaligus mendorong perhatian lebih luas dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Tak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka. Warga bersama elemen pendukung merumuskan langkah strategis ke depan, dengan komitmen memperkuat solidaritas demi memperjuangkan hak-hak mereka.
Seruan “Jangan diam saat desamu dirusak!” menggema sepanjang kegiatan, menjadi simbol perlawanan sekaligus harapan akan perubahan nyata. Di ranah digital, dukungan publik terus mengalir melalui tagar #SaveJemberSelatan yang semakin ramai diperbincangkan.
(Redaksi: Devi)
















