DENPASAR, Vonisnews.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum) Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung legalitas usaha di sektor pariwisata. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Fasilitasi Pendampingan Pendaftaran Perizinan Berusaha Sektor Pariwisata melalui Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko yang berlangsung di Prama Sanur, Kamis (2/10/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata RI ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Tjokorda Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, serta perwakilan lintas instansi terkait.
Dalam forum tersebut, Kanwil Kemenkum Bali menghadirkan Analis Hukum Ahli Muda, Ni Made Krisnasari, yang menyampaikan materi mengenai “Perseroan Perseorangan: Ketentuan, Persyaratan, dan Tata Cara Pendirian.”
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf menekankan pentingnya legalitas usaha pariwisata melalui OSS. Menurutnya, masih banyak akomodasi di Bali yang beroperasi tanpa izin resmi.
Kondisi ini menimbulkan persaingan tidak sehat dan menurunkan kualitas layanan pariwisata. “Upaya penertiban bukan untuk mempersulit, tetapi untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang tertib, adil, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kanwil Kemenkum Bali juga membuka layanan konsultasi hukum bagi masyarakat, khususnya terkait pendaftaran Perseroan Perseorangan.
Hasilnya, dua peserta berhasil didampingi hingga mendapatkan Surat Keputusan Badan Hukum Perseroan Perseorangan. Selain itu, Kanwil turut membagikan pamflet informasi hukum sebagai bagian dari upaya edukasi kepada publik.
Kepala Kanwil Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan publik.
“Kanwil Kemenkum Bali berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam pemenuhan legalitas usaha. Legalitas yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya pariwisata Bali yang berkualitas, bermartabat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
(Redaksi : Devi)
















