BATANG, Vonisnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang menggelar kegiatan Pengajian Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Wisuda Santri Pondok Pesantren Darut Taubah serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di Aula Lapas Batang, Rabu (4/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian warga binaan sekaligus penguatan sinergitas antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Momentum tersebut juga menjadi ajang apresiasi bagi sembilan warga binaan yang diwisuda sebagai santri tahfidz dan santri terbaik.
Kesembilan santri tersebut berhasil menghafal rata-rata dua juz Al-Qur’an di tengah masa pidana yang dijalani. Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata keberhasilan program pembinaan keagamaan yang diterapkan di Lapas Batang.
Kepala Lapas Batang, Nurhamdan, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbatasan ruang dan kondisi tidak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk meraih prestasi spiritual.
“Hari ini kita melihat bukti kesungguhan. Wisuda sembilan santri ini adalah modal besar bagi mereka untuk kembali ke masyarakat. Nilai-nilai spiritual adalah landasan utama pembinaan kami agar mereka menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan bertakwa,” tegas Nurhamdan.
Hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Muhammad Susanni, menyampaikan bahwa pembangunan akhlak merupakan hal fundamental sebelum warga binaan menjalani proses reintegrasi sosial.
“Akhlak yang baik akan mengubah pikiran, ucapan, dan tindakan menjadi kemaslahatan. Kami berharap warga binaan menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki etika yang mapan,” ujar Susanni.
Sebagai bentuk optimalisasi tugas dan fungsi pemasyarakatan, Lapas Batang juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan berbagai instansi lintas sektoral. Kerja sama tersebut meliputi RSUD Kabupaten Batang, Puskesmas Warungasem, Apotek Subur Sehat, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kabupaten Batang, Yayasan Wahana Ilmu, serta Universitas Semarang (USM).
Selain itu, turut hadir sejumlah pemangku kepentingan lainnya, di antaranya DMA Collection Pekalongan, Kementerian Agama Kabupaten Batang, dan Puskesmas Batang 3.
Kegiatan ditutup dengan tausyiah edukatif yang disampaikan oleh Ustadz Nur Syahid atau yang akrab disapa Gus Nur. Dalam tausiahnya, ia menekankan urgensi salat sebagai pencegah perbuatan keji dan mungkar, sejalan dengan makna peringatan Isra Mi’raj.
“Salat bukan sekadar kewajiban rutinitas, melainkan benteng pertahanan bagi setiap muslim. Jika salat dikerjakan dengan benar dan khusyuk, ia akan memfilter hati dan pikiran, sehingga tumbuh rasa malu dan takut untuk melakukan perbuatan keji maupun mungkar,” tutur Gus Nur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Eks Karesidenan Pekalongan, di antaranya Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, serta Kepala Bapas Kelas II Pekalongan. Acara juga dimeriahkan dengan lantunan hadroh dari kelompok Al Hijaaz.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib di bawah pengawasan petugas pengamanan Lapas Batang. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan dampak jangka panjang, baik dalam peningkatan kualitas pribadi warga binaan maupun dalam memperkuat sinergitas Lapas Batang dengan instansi pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait.
(Redaksi: Devi)
















