Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
https://vonisnews.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0002.jpg
Hukum dan Kriminal

Pengungkapan 43 Kasus Curanmor di Surabaya, 42 Tersangka Dirringkus, Kos-Kosan Jadi Lokasi Paling Rawan

admin
32
×

Pengungkapan 43 Kasus Curanmor di Surabaya, 42 Tersangka Dirringkus, Kos-Kosan Jadi Lokasi Paling Rawan

Sebarkan artikel ini
Img 20251202 182814
filter: 103; fileterIntensity: 0.8; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;
Example 728x90

Surabaya, Vonisnews.com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama Polsek jajaran Polrestabes Surabaya kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pada Selasa, 2 Desember 2025, jajaran kepolisian merilis hasil pengungkapan besar-besaran kasus curanmor di lapangan Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, didampingi Kasihumas serta perwakilan Polsek jajaran, menjelaskan bahwa curanmor masih menjadi kejahatan yang paling sering terjadi di wilayah Surabaya. Untuk itu, kepolisian terus mengintensifkan langkah preventif sekaligus penindakan secara masif.

Example 300x600

Dalam rilis tersebut, polisi mengamankan 42 tersangka dari 43 kasus curanmor yang berhasil diungkap. Sebanyak 8 orang di antaranya merupakan residivis yang kembali melakukan kejahatan serupa. Dari hasil operasi ini, polisi menyita 17 unit sepeda motor, sementara unit lainnya masih dalam pencarian karena diduga telah dipindahkan ke jaringan penadah.

“Tim terus bergerak di lapangan. Mohon doa masyarakat agar sisa kendaraan dapat segera ditemukan dan kami kembalikan kepada para pemiliknya,” ujar Kombes Luthfie.

Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Kapolrestabes juga menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat, terutama melalui rekaman CCTV.

CCTV, Portal, dan Keamanan Kos-Kosan Jadi Kunci Pencegahan Curanmor

Kombes Luthfie menyampaikan bahwa rekaman CCTV sangat membantu proses identifikasi serta penangkapan pelaku. Namun, ia mengakui masih banyak CCTV warga yang kurang optimal, baik dari segi penempatan maupun kualitas gambar.

“Beberapa CCTV kurang membantu karena posisinya terlalu tinggi dan ketika di-zoom gambarnya pecah. Kami imbau warga memasang CCTV yang layak, posisi tepat, dan pencahayaan cukup,” imbaunya.

Selain itu, lokasi kos-kosan disebut menjadi titik paling rentan terjadinya curanmor. Berdasarkan hasil pemeriksaan, banyak pelaku memilih kos-kosan karena mereka dapat dengan mudah menyamar sebagai penghuni. Area parkir di ruang terbuka, pagar tidak dikunci, serta minimnya pengawasan membuat lokasi ini menjadi sasaran empuk.

“Banyak kos-kosan tidak mengunci pagar, bahkan yang punya pagar pun kadang dibiarkan terbuka. Ini yang membuat para pelaku leluasa,” tegas Kapolrestabes.

Kepolisian juga mendapati bahwa motor tanpa kunci ganda menjadi target utama para pelaku karena lebih mudah dicuri dalam hitungan detik. Para tersangka mengaku sebisa mungkin menghindari motor dengan sistem pengamanan lebih dari satu.

Kapolrestabes kembali mengingatkan pemilik kos, pengelola, serta penghuni untuk meningkatkan keamanan lingkungan mereka melalui pemasangan CCTV, penguncian pagar secara rutin, dan penggunaan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan.

Rilis tersebut ditutup dengan peragaan beberapa modus pencurian di hadapan awak media, termasuk aksi pelaku yang menyamar sebagai jamaah masjid sebelum mencuri motor milik korban.

(Redaksi: Devi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *