Example floating
Example floating
banner 1000x130
PLN

Percepat Elektrifikasi dan Pengembangan EBT, PLN Raih Pendanaan World Bank USD 581,5 Juta

admin
184
×

Percepat Elektrifikasi dan Pengembangan EBT, PLN Raih Pendanaan World Bank USD 581,5 Juta

Sebarkan artikel ini
Img 20240613 Wa0005
Example 728x90

Jakarta, Vonisnews.com – 13 Juni 2024 PT PLN (Persero) telah melakukan kolaborasi pendanaan dengan World Bank, Canada Clean Energy & Forest Climate Facility, dan Clean Technology Fund sebesar USD 581,5 juta.

Pendanaan ini ditujukan untuk meningkatkan akses elektrifikasi di Indonesia, mendukung program transisi energi, serta memperkuat digitalisasi perusahaan.

Example 300x600

Penandatanganan skema hibah dan perjanjian pinjaman langsung dengan Sovereign Guarantee ini dikenal dengan nama Program Indonesia Sustainable Least-cost Electrification-1 (ISLE-1).

Program ISLE-1 adalah program-based loan yang didukung oleh World Bank dan Partner Pembangunan untuk meningkatkan akses elektrifikasi, kesiapan grid dalam integrasi energi baru-terbarukan (EBT), dan kapasitas operasional teknologi informasi PLN.

Penyusunan program ini juga mendapatkan bantuan teknis dan pendanaan dari Sustainable Renewables Risk Mitigation Initiative (SRMI) yang dikelola oleh Energy Sector Management Assistance Program (ESMAP).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya kolaborasi pendanaan dengan World Bank melalui program ISLE-1.

Program ini akan membiayai distribusi, transmisi, dan pembangkit listrik guna mencapai elektrifikasi 100 persen di Indonesia.

Selain itu, ISLE-1 juga akan mendanai upaya peningkatan bauran energi baru terbarukan, pengurangan biaya pembangkitan, serta memperkuat kapasitas keuangan dan operasional PLN.

“ISLE-1 berfokus pada dua wilayah, yaitu Maluku dan Nusa Tenggara, karena kedua wilayah ini memiliki tingkat elektrifikasi yang rendah dan biaya pembangkitan listrik yang tinggi,” ujar Darmawan.

PLN mengakui bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan sendiri.

Sebagai lokomotif transisi energi, PLN terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terhadap tantangan yang ada.

“Transisi energi tidak bisa dijalankan sendirian karena terdapat tantangan teknis, strategis, operasional, dan pendanaan.

PLN telah memetakan seluruh tantangan tersebut sehingga setiap tantangan dapat diatasi, dimitigasi, dan dikelola untuk terus maju mencapai misi transisi energi,” tambah Darmawan.

Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyatakan bahwa World Bank siap mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai 100 persen elektrifikasi dan percepatan EBT.

Pendanaan ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara investasi jaringan yang dibutuhkan dengan permintaan listrik yang besar, khususnya di wilayah Kepulauan Bagian Timur.

“World Bank siap mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai 100 persen elektrifikasi.

Tingkat elektrifikasi rumah tangga yang lebih tinggi, khususnya di Kepulauan Bagian Timur, akan memberikan peluang ekonomi tambahan, terutama bagi perempuan,” ujar Turk.

Turk juga menyebutkan bahwa pendanaan program ISLE-1 juga diperuntukkan untuk mendukung pengembangan EBT di Indonesia.

“Investasi pada energi terbarukan penting untuk menjadikan sektor ini lebih efisien dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan keterjangkauan dan keandalan,” tambahnya.(DEVI)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *