Example floating
Example floating
banner 1000x130
Pendidikan

UPMI Bali Ajak Pelajar Lestarikan Bahasa dan Sastra Bali lewat Wimbakara Sutasoma 2026

admin
34
×

UPMI Bali Ajak Pelajar Lestarikan Bahasa dan Sastra Bali lewat Wimbakara Sutasoma 2026

Sebarkan artikel ini
Img 20260206 Wa0020
banner 1000x130

Denpasar, Vonisnews.com – Komitmen pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali kembali ditegaskan oleh Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba atau wimbakara Sutasoma dalam rangka Bulan Bahasa Bali 2026 yang digelar di Auditorium Redha Gunawan dan Gedung Paseban UPMI Bali, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan puluhan pelajar SMA/SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., saat membuka acara menegaskan pentingnya Bulan Bahasa Bali sebagai tanggung jawab kolektif dalam menjaga identitas budaya Bali.

banner 1000x130

“Bulan Basa Bali ini harus terus diadakan setiap tahunnya. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya kita, siapa lagi?” ujarnya.

Ia menegaskan, UPMI Bali secara konsisten menyelenggarakan peringatan Bulan Bahasa Bali sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya pada bidang sosial dan budaya. Salah satu implementasinya dilakukan melalui Bulan Bahasa Bali serta penerapan penggunaan busana adat Bali di lingkungan kampus.

Menurutnya, bahasa, aksara, dan sastra Bali merupakan jantung kebudayaan Bali yang harus terus dijaga keberlangsungannya, terutama oleh generasi muda.

Wimbakara Sutasoma Bulan Bahasa Bali 2026 di UPMI Bali mengusung tema “Lestari Tradisi Lan Budaya Mawit Saking Sutasoma: Suratang, Wacenang, Baosang, Miarsayang Basa, Aksara, Miwah Sastra Bali Nuju Atma Kerthi Udiana Purnaning Jihwa.” Tema tersebut mencerminkan upaya penguatan nilai-nilai budaya melalui praktik langsung berbahasa, beraksara, dan bersastra Bali.

Tiga jenis lomba diselenggarakan, yakni lomba pidato (mapidarta), lomba menulis (nyurat) aksara Bali, serta lomba membaca (ngwacen) puisi. Lomba mapidarta diikuti 15 peserta, lomba nyurat aksara Bali diikuti 50 peserta, dan lomba ngwacen puisi diikuti 20 peserta.

Pada lomba mapidarta, Juara I diraih Ni Komang Yunita Sari dari SMAN 1 Bebandem, Juara II Ni Putu Maysia Putri dari SMAN 1 Kuta, dan Juara III Ni Komang Wulan Kamayani dari SMKS Kesehatan Bali Kreshna Medika.

Sementara lomba ngwacen puisi menempatkan Ni Kadek Maharani dari SMAN 1 Kuta Selatan sebagai Juara I, disusul I Gusti Ayu Andini Iswari dari SMKN 2 Denpasar sebagai Juara II, dan Ni Putu Vilia Anggraini dari SMAN 5 Denpasar sebagai Juara III.

Adapun pada lomba nyurat aksara Bali, Juara I diraih SMAN 7 Denpasar, Juara II SMAN 1 Mengwi, dan Juara III SMAN 2 Semarapura.

Antusiasme peserta tampak dari semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian lomba. Salah satu pemenang lomba mapidarta, Ni Komang Yunita Sari, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang bisa mengikuti lomba seperti ini. Tidak sia-sia perjuangan saya dari Bebandem ke UPMI Bali, dan harapannya tahun depan bisa ditambah lagi kategori lomba,” ungkapnya.

(Budi)

banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *