Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
https://vonisnews.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0002.jpg
Berita

100 Peserta Ikuti Diklat Bela Negara dan Kepemimpinan FPK Jawa Timur di Dodikjur Rindam V/Brawijaya

admin
51
×

100 Peserta Ikuti Diklat Bela Negara dan Kepemimpinan FPK Jawa Timur di Dodikjur Rindam V/Brawijaya

Sebarkan artikel ini
Img 20251207 Wa0089
Example 728x90

Lawang, Malang, Vonisnews.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur resmi membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, dan Kepemimpinan di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Lawang, Malang, pada 6–7 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Peserta terdiri dari pengurus FPK Jawa Timur sebanyak 40 orang, FPK kabupaten/kota 13 orang, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) 15 orang, Mahasiswa Telkom Surabaya 2 orang, serta 30 peserta dari Pemuda Pancasila Kota Surabaya.

Example 300x600

Kegiatan dibuka oleh Mayor Cba Agus Budi, S.Sos., Wakil Komandan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, yang turut memberikan materi mengenai wawasan kebangsaan. Materi kepemimpinan lapangan disampaikan oleh Kapten Inf Arik Hariyanto, menekankan pentingnya ketegasan, solidaritas, dan kemampuan mengambil keputusan di situasi kompleks.

Dalam sesi utama, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menyampaikan paparan mengenai situasi aktual keamanan daerah, khususnya ancaman radikalisme dan terorisme.

Eddy menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu dari tiga provinsi yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat bersama BNPT dan Densus 88. Ada enam daerah yang menjadi fokus, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Lamongan, Malang, dan Magetan, serta penyebaran baru yang mulai muncul di Banyuwangi, Jember, dan Madura.

“Hingga tahun ini terdapat 110 anak di Indonesia yang sudah terpapar paham radikal, dan 10 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Mereka umumnya siswa SMP yang terpapar konten radikal melalui media sosial,” tegas Eddy.

Ia menambahkan bahwa kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan media digital menjadi salah satu faktor utama masuknya paham ekstrem ke kalangan remaja.

Selain radikalisme, Eddy juga menyoroti maraknya kasus kriminalitas pelajar, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online. Data menunjukkan bahwa dari 900 pelaku yang diamankan pada akhir Agustus lalu, hampir separuhnya adalah pelajar tingkat SMP dan SMA.

Ketua Panitia Diklat, O.D.J. Halley, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat semangat kebangsaan, menjaga keutuhan wilayah, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Peserta dibekali lima unsur dasar bela negara: cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap ideologi Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal bela negara baik fisik maupun non-fisik,” jelas Halley.

Ketua FPK Jawa Timur, H.R. Mohammad Ali Zaini, menekankan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan kegiatan militer, tetapi merupakan sikap dan tindakan warga negara dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Wujud bela negara bisa sederhana—menaati aturan, menjaga budaya, mendukung pendidikan, hingga berkontribusi dalam inovasi. Semua itu mencerminkan kecintaan kepada tanah air,” ujarnya.

Melalui diklat ini, peserta diharapkan menjadi agen pemersatu bangsa dan pelopor nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. FPK Jatim meyakini bahwa penguatan karakter kebangsaan generasi muda merupakan kunci menjaga Indonesia tetap utuh, damai, dan harmonis di tengah berbagai tantangan ideologi dan sosial.

(Redaksi: Devi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *