Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita
admin
49
×

Sebarkan artikel ini
Img 20251012 Wa0116
banner 1000x130

Bangli, Vonisnews.com – Suasana tenang di kawasan pegunungan Kintamani berubah mencekam pada Minggu (12/10/2025) pagi. Bentrok antarwarga di Banjar Tabu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya secara serius. Perselisihan diduga dipicu oleh perebutan lahan parkir jeep wisata di kawasan tersebut.

Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, membenarkan adanya peristiwa berdarah itu. Ia menegaskan bahwa situasi saat ini sudah terkendali.

banner 1000x130

“Kami sudah amankan lokasi kejadian dan memintai keterangan sejumlah saksi. Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti dan motif perkelahian tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 07.30 Wita. Seorang warga bernama MK Arta dikabarkan membuka area parkir jeep baru di kawasan wisata Songan. Namun, langkah itu mendapat penolakan dari Jero Sumadi dan saudaranya, I Ketut Kartawa, karena jeep tersebut disebut melintasi lahan pribadi tanpa izin.

Ketegangan antara kedua pihak meningkat hingga berujung pada perkelahian fisik. Bentrokan melibatkan beberapa anggota keluarga dan berlangsung cukup singkat namun brutal.

Humas RSUD Bangli, Sang Kompyang Ari Wijaya, membenarkan bahwa pihaknya menerima tiga korban bentrok asal Desa Songan.

“Sekitar pukul 09.20 Wita, IGD RSUD Bangli menerima dua pasien, yakni I Ketut Kartawa (50) dan Jero Sumadi (47). Saat tiba, keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, Jero Sumadi meninggal akibat luka terbuka di bagian perut dengan usus terurai, sementara I Ketut Kartawa mengalami luka parah di kepala dan lengan bawah kanan.

Sekitar pukul 10.09 Wita, rumah sakit kembali menerima korban ketiga, I Wayan Ruslan (53), dengan luka tusuk di perut dan patah terbuka di siku kiri. “Korban sedang dirawat intensif dan rencananya akan menjalani operasi sore ini,” tambah Kompyang Ari.

Pasca-kejadian, aparat kepolisian bersama tokoh adat dan pemerintah desa bergerak cepat menenangkan warga agar tidak terjadi bentrok susulan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum jelas sumbernya di media sosial.

Sementara itu, Polsek Kintamani masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif utama serta kronologi lengkap peristiwa tragis tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sengketa lahan, sekecil apa pun, dapat berujung fatal jika tidak diselesaikan melalui jalur hukum dan musyawarah.

(Budi)

banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *