Surabaya, Vonisnews.com 06 April 2026 – Gelombang protes terhadap pernyataan kontroversial Rahmat Muhajirin (RM) terus meluas. Ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Relawan Prabowo turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Surabaya, Senin (06/04/2026).
Aksi tersebut menjadi simbol perlawanan terbuka atas sikap yang dinilai mencederai marwah institusi negara. Massa memadati kawasan Gayungan sambil membawa spanduk dan poster tuntutan, mendesak partai segera mengambil langkah tegas terhadap kadernya yang dianggap telah melontarkan pernyataan tidak bertanggung jawab.
Nama Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Massa menilai ketegasan pimpinan pusat sangat dibutuhkan untuk menjaga marwah pemerintahan serta kepercayaan publik.
Koordinator lapangan aksi, Diana Samar, menegaskan bahwa pemilihan lokasi demonstrasi bukan tanpa alasan.
“Aksi ini kami gelar tepat di depan kantor DPD Gerindra di Jalan Gayungsari Barat No.18 sebagai bentuk peringatan langsung. Kami ingin suara rakyat benar-benar didengar oleh pengurus partai, bukan diabaikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat, khususnya di Jawa Timur, terhadap pernyataan yang dinilai merusak kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Dalam orasinya, massa menyampaikan dua tuntutan utama, yakni meminta Rahmat Muhajirin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik serta mendesak DPD dan DPP Partai Gerindra untuk segera menonaktifkan yang bersangkutan dari seluruh jabatan struktural.
Suasana aksi sempat memanas dengan teriakan massa yang menuntut ketegasan sikap dari partai. Meski demikian, aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
Menurut Diana, aksi ini menjadi peringatan keras bahwa masyarakat kini semakin kritis dan tidak akan tinggal diam terhadap pernyataan pejabat publik yang dianggap merugikan kepentingan bangsa.
“Ini bukan aksi terakhir. Jika tidak ada respons, kami siap turun dengan massa yang lebih besar. Ini soal harga diri bangsa,” ujarnya.
Aksi di depan Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur ini menegaskan bahwa tekanan publik terus meningkat. Kini, masyarakat menanti langkah konkret dari pimpinan partai dan Presiden Prabowo Subianto.
Apakah akan ada sanksi tegas, atau polemik ini justru semakin membesar jawabannya kini berada di tangan elite politik.
(Hendra)
















