Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
https://vonisnews.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0002.jpg
Berita

Sat Reskrim Polres Pasuruan Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak di Ponpes

admin
30
×

Sat Reskrim Polres Pasuruan Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak di Ponpes

Sebarkan artikel ini
Img 20251119 Wa0042
Example 728x90

PASURUAN, Vonisnews.com — Satreskrim Polres Pasuruan melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak di Pondok Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) Bangil, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polres Pasuruan terhadap terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) dan lingkungan pesantren yang aman bagi para santri.

Example 300x600

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala UPTD PPA, M Hidayatu Laili; Psikolog Klinis dan Forensik Konsultan PPA Jawa Timur, Riza Wahyuni; Kasubnit PPA Polres Pasuruan, Aiptu M. Nidhom; serta jajaran anggota PPA, UPTD PPA, Dinas P3AP2KB, para ustad–ustadzah, dan ratusan santri Ponpes PERSIS.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Satreskrim memberikan materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) kepada 130 santri putra dan 250 santri putri. Edukasi ini difokuskan pada pengenalan bentuk-bentuk perundungan, dampak psikologis, serta langkah-langkah pencegahannya di lingkungan pesantren.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengatakan bahwa Polres Pasuruan berkomitmen menciptakan ruang pendidikan yang aman untuk seluruh anak.

“Pesantren harus menjadi tempat yang nyaman bagi santri. Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun. Kami hadir untuk memastikan edukasi tentang pencegahan perundungan sampai kepada para santri,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah menegaskan bahwa pihaknya siap mendampingi pesantren dalam upaya menciptakan lingkungan ramah anak. “Kami memberikan pemahaman kepada para santri agar berani bersuara dan tidak ragu melapor bila mengalami atau melihat perundungan. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama,” katanya.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, serta mendapat respons positif dari seluruh peserta. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pesantren mampu memperkuat sistem perlindungan anak dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari kekerasan.

(Redaksi: Devi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *