Surabaya, Vonisnews.com – 15 Juli 2025 Kekhawatiran menyelimuti jajaran Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Surabaya menjelang keberangkatan kontingen ke Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025.
Sekretaris Umum KORMI Surabaya, Bobbin Nila Prasanta Yudha, yang akrab disapa Cak Boni, bersama Ketua DPC PORPI (Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia) Hartantro dan Ketua DPC PORSI (Penggemar Olahraga Senam Indonesia) Yuda Satria, menyampaikan bahwa hingga H-1 penutupan pendaftaran kontingen, surat dukungan resmi dari Gubernur Jawa Timur belum juga diterbitkan.
“Kami sudah menerima salinan surat dari Kemendagri yang ditujukan kepada Gubernur Jatim. Namun sampai sekarang surat dari Gubernur ke Wali Kota belum turun. Padahal itu menjadi dasar hukum pencairan anggaran,” tegas Cak Boni, Selasa (15/7).
Padahal, Pemkot Surabaya sebelumnya telah menyatakan kesiapan dalam hal pembiayaan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga uang saku. Namun, realisasi bantuan tersebut masih terganjal karena belum adanya surat resmi dari Gubernur Jawa Timur.
Ia menambahkan bahwa pada dua penyelenggaraan FORNAS sebelumnya, surat dari Gubernur selalu diterbitkan tepat waktu. “Kali ini terjadi keterlambatan yang bisa membuat kontingen Surabaya tidak bisa berangkat secara penuh. Padahal kontribusi medali dari Surabaya sangat signifikan bagi Jawa Timur, bahkan lebih dari 30%,” tegasnya.
Senada dengan itu, Hartantro dari PORPI menyampaikan bahwa banyak peserta mereka berasal dari kalangan anak-anak hingga lansia, dan beberapa telah membeli tiket perjalanan secara mandiri karena semangat ingin bertanding.
“Kami hanya butuh sedikit dorongan dari pemerintah agar semangat dan latihan keras anak-anak ini bisa berbuah prestasi nasional,” ujarnya.
Yuda Satria dari PORSI juga menyoroti dampak keterlambatan surat tersebut terhadap jumlah peserta. “Biasanya Surabaya bisa memberangkatkan 600–700 peserta. Namun jika tanpa dukungan APBD, hanya sekitar 300 yang mungkin bisa berangkat secara mandiri,” jelasnya.
Pihak KORMI dan perwakilan komunitas olahraga Surabaya telah melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan KORMI Jawa Timur dan audiensi ke Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim, namun hasilnya masih belum pasti.
“Kami mohon dengan sangat kepada Gubernur. Ini bukan hanya soal kami, tetapi demi ribuan pegiat olahraga dari Surabaya yang sudah mempersiapkan diri selama dua tahun terakhir,” pungkas Cak Boni.
KORMI Surabaya berharap surat dari Gubernur Jatim dapat segera diterbitkan paling lambat 16 Juli 2025, agar Kota Surabaya dapat tampil maksimal di FORNAS VIII dan terus mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional.(Devi)
















