Kendal, Vonisnews.com – 14 Agustus 2024 PT PLN (Persero) telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung operasional pabrik baterai anoda lithium di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Pabrik ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (07/08) dan diharapkan menjadi pilar penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Presiden Jokowi menekankan bahwa keberadaan pabrik ini akan sangat signifikan dalam mempercepat proses hilirisasi industri mineral dan pengembangan kendaraan listrik nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 80 ribu ton material anoda per tahun, pabrik ini diproyeksikan mampu mendukung produksi hingga 1,5 juta mobil listrik setiap tahunnya.
“Angka ini sangat besar, jika ditambah dengan kapasitas industri lain, Indonesia dapat menjadi pemasok utama baterai EV (electric vehicle) serta kendaraan listrik dunia,” ujar Presiden dalam sambutannya.
PLN, melalui Direktur Utama Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan penuh dalam menyuplai kebutuhan listrik untuk industri di KEK Kendal. Menurutnya, KEK Kendal akan menjadi pusat pengembangan industri yang vital, terutama dalam mendukung upaya hilirisasi yang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral nasional.
“PLN berperan strategis dengan memastikan pasokan listrik yang stabil dan andal untuk mendukung operasional pabrik ini. Kami telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan yang mampu memenuhi kebutuhan industri di KEK Kendal,” kata Darmawan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, Mochamad Soffin Hadi, menjelaskan bahwa PLN telah menyediakan sambungan listrik dengan total daya 99,19 Mega Volt Ampere (MVA) ke KEK Kendal. Saat ini, suplai listrik sebesar 2 x 15,5 MVA sudah diberikan untuk fase pertama operasional pabrik baterai, dengan rencana penambahan suplai sebesar 2 x 15,5 MVA pada Desember 2024 untuk mendukung fase kedua.
“Kami bangga bisa berkontribusi dalam pengembangan KEK Kendal melalui dukungan listrik yang andal untuk pabrik baterai anoda lithium ini. Investasi dalam infrastruktur kelistrikan yang berkualitas adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia,” tutup Soffin.
Kendal, 14 Agustus 2024 – PT PLN (Persero) telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung operasional pabrik baterai anoda lithium di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Pabrik ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (07/08) dan diharapkan menjadi pilar penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Presiden Jokowi menekankan bahwa keberadaan pabrik ini akan sangat signifikan dalam mempercepat proses hilirisasi industri mineral dan pengembangan kendaraan listrik nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 80 ribu ton material anoda per tahun, pabrik ini diproyeksikan mampu mendukung produksi hingga 1,5 juta mobil listrik setiap tahunnya.
“Angka ini sangat besar, jika ditambah dengan kapasitas industri lain, Indonesia dapat menjadi pemasok utama baterai EV (electric vehicle) serta kendaraan listrik dunia,” ujar Presiden dalam sambutannya.PLN, melalui Direktur Utama Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan penuh dalam menyuplai kebutuhan listrik untuk industri di KEK Kendal.
Menurutnya, KEK Kendal akan menjadi pusat pengembangan industri yang vital, terutama dalam mendukung upaya hilirisasi yang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral nasional.“PLN berperan strategis dengan memastikan pasokan listrik yang stabil dan andal untuk mendukung operasional pabrik ini. Kami telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan yang mampu memenuhi kebutuhan industri di KEK Kendal,” kata Darmawan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, Mochamad Soffin Hadi, menjelaskan bahwa PLN telah menyediakan sambungan listrik dengan total daya 99,19 Mega Volt Ampere (MVA) ke KEK Kendal. Saat ini, suplai listrik sebesar 2 x 15,5 MVA sudah diberikan untuk fase pertama operasional pabrik baterai, dengan rencana penambahan suplai sebesar 2 x 15,5 MVA pada Desember 2024 untuk mendukung fase kedua.
“Kami bangga bisa berkontribusi dalam pengembangan KEK Kendal melalui dukungan listrik yang andal untuk pabrik baterai anoda lithium ini. Investasi dalam infrastruktur kelistrikan yang berkualitas adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia,” tutup Soffin.(DEVI)
















