DENPASAR, Vonisnews.com – Sekretaris DPD Advokasi Rakyat untuk Nusantara, Anak Agung Gede Agung Aryawan, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas berlarutnya persoalan dana nasabah di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Mambal yang hingga kini belum menemukan kejelasan.
Pria yang akrab disapa Gung De itu menyoroti dampak serius yang dialami masyarakat kecil akibat mandeknya pencairan dana. Ia menyebut banyak nasabah berasal dari kalangan menengah ke bawah seperti buruh harian hingga pedagang canang yang menggantungkan harapan pada tabungan mereka.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah nasib Wayan Nardi, seorang buruh serabutan yang tidak bisa mengakses tabungannya sebesar Rp120 juta. Dana tersebut merupakan hasil kerja keras selama 10 tahun yang rencananya digunakan untuk pendidikan anaknya.
“Sangat miris melihat orang yang punya semangat keluar dari kemiskinan, hidup hemat tanpa berharap bantuan sosial, namun saat uangnya dibutuhkan untuk sekolah atau upacara adat, pihak LPD justru tidak memberikan kejelasan hingga lima tahun,” ujar Gung Aryawan, Jumat (24/4/2026) di Denpasar.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi mengancam masa depan pendidikan anak-anak nasabah, bahkan hingga risiko putus sekolah.
Menurutnya, persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum. ARUN Bali, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus pusat dan pimpinan daerah. Jika penanganan di tingkat lokal berjalan lambat atau tidak memberikan solusi konkret, kami siap membawa persoalan ini ke tingkat nasional,” tegasnya.
Gung Aryawan menyebut rencana pelaporan ke Komisi III DPR RI sebagai langkah lanjutan untuk memastikan adanya penegakan hukum yang berpihak kepada masyarakat kecil.
“Kita tidak boleh membiarkan rakyat kecil di Bali mengalami ketidakadilan tanpa perlindungan yang jelas. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum,” pungkasnya.
(Budi)
















