Surabaya, Vonisnews.com – Kejahatan yang datang dari orang terdekat kembali terjadi. Seorang pemuda bernama Ahmad Khoirul Fahri, warga Rungkut Kidul, harus menelan kenyataan pahit setelah sepeda motor dan handphone miliknya raib saat ia tertidur di kamar kosnya.
Peristiwa pencurian itu terjadi di kawasan Jalan Rungkut Kidul Gang V, Surabaya. Menyadari barang berharganya hilang, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rungkut.
Merespons laporan tersebut, Unit Reskrim bergerak cepat. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, mulai dari area kos hingga akses jalan utama.
Hasil kerja cepat aparat membuahkan hasil signifikan. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan langsung melakukan penangkapan di wilayah Medokan. Pelaku diketahui berinisial F.
Fakta mengejutkan terungkap dalam proses penyidikan. Pelaku F ternyata merupakan teman dekat korban sendiri. Ia memanfaatkan kondisi korban yang tertidur lelap untuk masuk ke kamar dan membawa kabur sepeda motor serta handphone milik Ahmad.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pencurian diduga kuat dipicu faktor ekonomi dan kebiasaan pelaku bermain judi online. Tekanan kebutuhan untuk memenuhi keinginan tersebut membuat pelaku nekat mengkhianati kepercayaan temannya.
Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan satu buah handphone milik korban. Barang tersebut rencananya akan dikembalikan setelah proses hukum selesai.
Kapolsek Rungkut, Agus Santoso, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Sementara itu, Kanit Reskrim M Suyudi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat dan terukur dari timnya.
“Benar, pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif dan kami terus mengembangkan kasus ini untuk kemungkinan adanya TKP lain,” ujarnya.
Kasus ini menjadi bukti komitmen aparat kepolisian dalam merespons cepat laporan masyarakat. Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan bisa datang dari orang terdekat yang selama ini dipercaya.
(Redaksi: Devi)
















