SURABAYA, Vonisnews.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur di bawah kepemimpinan Heru Satriyo akan meluncurkan sebuah film berjudul “Gadis Rengganis” pada 19 Juni 2026. Film tersebut menjadi salah satu program strategis MAKI Jatim dalam mendukung pengembangan karya kreatif yang sarat nilai budaya, pendidikan, dan pesan sosial kepada masyarakat.
Heru Satriyo menjelaskan bahwa kehadiran film “Gadis Rengganis” diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga mampu memberikan tuntunan serta inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai budaya lokal dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, dunia perfilman memiliki peran penting sebagai media edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Oleh karena itu, MAKI Jatim berupaya menghadirkan karya yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan karakter bangsa.
Film “Gadis Rengganis” mengangkat kisah yang sarat dengan nilai perjuangan, keteguhan, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara. Melalui alur cerita yang menarik, film ini diharapkan mampu menyentuh berbagai kalangan penonton, khususnya generasi muda yang menjadi penerus bangsa.
Launching film tersebut akan menjadi momentum penting bagi MAKI Jatim dalam memperluas kiprahnya di bidang sosial, budaya, dan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kreatif nasional yang terus tumbuh dan berkembang.
Heru Satriyo mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa serta menjadikan film sebagai sarana membangun kesadaran sosial dan budaya. Ia berharap “Gadis Rengganis” dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi inspirasi bagi lahirnya karya-karya kreatif lainnya yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara.
Peluncuran film “Gadis Rengganis” dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, pegiat seni, budayawan, serta tokoh-tokoh yang peduli terhadap kemajuan dunia perfilman dan pelestarian budaya Indonesia.
(Redaksi: Devi)
















