BULELENG, Vonisnews.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Kadek Widana, S.H., yang akrab disapa Dek Cawi, menegaskan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi peningkatan gizi maupun dampak ekonomi.
Kadek Widana menilai, keberadaan MBG telah membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, petani, hingga pemasok bahan pangan lokal. Karena itu, ia meminta agar dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tidak dijadikan alasan untuk menghentikan kebijakan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Saya selaku salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Buleleng sangat mendukung program MBG yang selama ini sudah berjalan. Ini adalah program Bapak Presiden Prabowo yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Beliau adalah satu-satunya presiden yang begitu mengasihi dan memperhatikan urusan makan rakyatnya,” ujar Kadek Widana.
Ia mengakui adanya berbagai isu yang berkembang di media sosial maupun pemberitaan nasional terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Namun, menurutnya, fokus penegakan hukum harus diarahkan kepada oknum yang melakukan pelanggaran, bukan menghentikan program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Memang di media sosial atau pemberitaan nasional ada isu mengenai kekurangan atau dugaan korupsi. Prinsipnya, yang kita tangkap dan tindak itu korupsinya, bukan programnya yang disetop,” tegasnya.
Dampak Ekonomi Terasa di Buleleng
Kadek Widana mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 38 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, setiap dapur mampu menyerap rata-rata 50 tenaga kerja lokal, sehingga ribuan warga memperoleh kesempatan bekerja melalui program tersebut.
Selain itu, setiap dapur melayani sekitar 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat. Kondisi tersebut juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penjual sayur, telur, daging, beras, hingga petani dan distributor bahan pangan.
“Di Buleleng sendiri saat ini ada kurang lebih 38 dapur. Jika satu dapur rata-rata menyerap 50 pekerja, bayangkan berapa banyak lapangan kerja yang tercipta. Sektor UMKM seperti penjual sayur, telur, daging, dan beras juga ikut kecipratan rezeki. Ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah tetap melanjutkan program MBG sembari melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan.
“Kalau memang ada korupsi, tangkap koruptornya, bukan malah membakar rumahnya. Jika ada kekurangan atau kelemahan di lapangan, itu hal yang wajar karena ini program baru yang berjalan sekitar 1,5 tahun. Yang perlu dilakukan adalah perbaikan, bukan penghentian,” katanya.
Menurut Kadek Widana, setiap program nasional yang baru dijalankan pasti membutuhkan proses adaptasi dan penyempurnaan. Ia pun berharap pemerintah terus mengawal berbagai program unggulan Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta komitmen dalam pemberantasan korupsi demi meningkatkan kesejahteraa masyarakat.
(Budi)
















